PERBEDAAN PENGETAHUAN SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN TENTANG HIPERTENSI PADA LANSIA DI DESA PESUCEN, BANYUWANGI TAHUN 2017

  • Muhammad Yustia Vandana Universitas Airlangga
Keywords: Hypertension, Knowledge, Pretest, and Posttest

Abstract

Abstrak

Latar belakang: Penyakit tekanan darah tinggi yang lebih dikenal sebagai hipertensi merupakan penyakit yang mendapat
perhatian dari semua kalangan masyarakat Prevalensi penyakit hipertensi di Provinsi Jawa Timur sebesar 26,2%, bahkan
melebihi prevalensi nasional. Teori Green menyatakan bahwa perilaku seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan sebagai
faktor predisposisi. Pengetahuan merupakan hasil tahu yang terjadi setelah seseorang melakukan pengindraan terhadap
objek tertentu. Pengetahuan juga diperoleh secara alami maupun terencana yaitu melalui proses pendidikan. Dengan
pengetahuan baik, maka perilaku seseorang cenderung berperilaku ke arah positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui perbedaan pengetahuan pretest dan posttest tentang hipertensi setelah intervensi pada masyarakat lansia di
Desa Pesucen, Banyuwangi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre-eksperimen dengan One-Group Pretest-Posttest Design.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli Tahun 2017 di Desa Pesucen wilayah kerja Puskesmas Kelir, Banyuwangi.
Populasi dalam penelitian ini yaitu semua lansia yang berumur lebih dari 40 tahun di desa Pesucen, Banyuwangi. Sampel
diambil dengan cara purposive sampling, dan kriteria lansia yang datang pada lokasi intervensi, yaitu sebanyak 202 orang.
Teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuisioner. Model analisis data yang dilakukan adalah dengan
membandingkan data sebelum dan sesudah dengan Uji t sampel berpasangan, yang diberikan perlakuan (treatment) tentang
pengetahuan hipertensi.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi pada masyarakat
lansiadiDesaPesucenkarenanilaipvalue0.000<α=0.05.
Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan intervensi memiliki kontribusi pada peningkatan pengetahuan peserta
kegiatan intervensi.

Abstrack

Background: High blood pressure disease known as hypertension is a disease that gets attention from all circles of society
Prevalence of hypertension disease in East Java Province amounted to 26.2%, even exceeding national prevalence. Green
theory states that human behavior is influenced by knowledge as a predisposing factor. Knowledge is the result of knowing
that occurs after a person makes sense to a particular object. Knowledge is also obtained naturally and planned through
the process of education. With good knowledge, then one's behavior tends to behave in a positive direction. The purpose
of this study was to determine a difference in pretest and posttest knowledge about hypertension after intervention in old
people in Pesucen Village Banyuwangi.
Methods: This research is a quantitative pre-experiment research with One-Group Pretest-Posttest Design. This research
was conducted in July of 2017 in Pesucen Village working area of Kelir Public Health Center, Banyuwangi. The population
in this study is all elderly people who are more than 40 years old in the village of Pesucen, Banyuwangi. Samples were
taken by purposive sampling, with criteria of elderly people who come in location of intervention, is as much as 202 people.
Data collection techniques through questionnaires. Analysis data is done by comparing pretest and posttest with T test
paired samples, given treatment (treatment) about knowledge of hypertension.
Results: The results showed that there was a difference of knowledge before and after intervention in old people in Pesucen
villagebecausepvalue0.000<α=0.05.
Conclusion: This suggests that intervention activities have contributed to increased knowledge of participants of
intervention activities

Downloads

Download data is not yet available.
JBKM.2.1.MEI.2018.6-12
Published
2018-05-30