PENGARUH PENGETAHUAN, JENIS PERSALINAN DAN TRADISI TERHADAP PEMBERIAN MAKANAN PRELAKTEAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JALAN GEDANG KOTA BENGKULU TAHUN 2017

  • Rialike Burhan Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Gita Hardianti Poltekkes Kemenkes Bengkulu
  • Diah Eka Nugraheni Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Keywords: Prelacteal Feeding, Knowledge, Type of Childbirth, Tradition

Abstract

Abstrak

Latar Belakang: Angka pemberian ASI Eksklusif di Bengkulu masih dibawah target program dan mengalami penurunan.
Pemberian makanan prelakteal merupakan salah satu penyebab terjadinya kegagalan ASI Eksklusif. Tujuan dalam
penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, jenis persalinan, dan tradisi terhadap pemberian makanan prelakteal
di wilayah kerja Puskesmas Jalan Gedang Kota Bengkulu.
Metode: Desain penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan kohort retrospektif. Jumlah populasi
sebanyak 321 orang dengan sampel 178 orang diambil dengan menggunakan teknik accidental sampling. Metode analisis
menggunakan uji statistik chi square dan hasil uji regresi logistik ganda.
Hasil: Faktor yang berhubungan dengan pemberian makanan prelakteal meliputi pengetahuan (nilai p = 0,000; RR = 1,462),
jenis persalinan (nilai p = 0,038; RR = 1,291), tradisi (nilai p = 0,048; RR = 1,245). Uji regresi logistik ganda menunjukkan
bahwa pengetahuan merupakan faktor yang paling dominan terhadap pemberian makanan prelakteal (nilai p = 0,000; RR
= 3,701).
Kesimpulan: Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk melakukan penyuluhan, pendekatan khusus dan intensif untuk
mengubah pola pikir ibu dan keluarga untuk tidak memberikan makanan prelakteal, serta memberikan dukungan terhadap
ibu agar memberikan ASI segera pada bayi ketika baru lahir.

Abstrack

Background: Exclusive breastfeeding rate in Bengkulu is still below the program target and decreased. Prelacteal feeding
is one of the causes of Exclusive Breastfeeding failure. The purpose of this research is to know the influence of knowledge,
type of childbirth, and tradition to the provision of prelacteal feeding in the working area of Puskesmas Jalan Gedang
Bengkulu City.
Method: The design used in this study were analytic survey with a retrospective cohort approach. A total population of
321 people with a sample of 178 people was taken by accidental sampling technique. Followed by chi square and multiple
logistic regression statistic tests.
Results: Factors related to prelacteal feeding included knowledge (p = 0,000, RR = 1.462), type of childbirth (p = 0,038,
RR = 1.291) and tradition (p = 0.048; RR = 1.245). Multiple logistic regression test results indicated that knowledge was
the most dominant factor for prelacteal feeding (p = 0,000; RR = 3,701).
Conclusions: It is desirable for health workers to conduct counseling, a specific and intensive approach to change the
mindset of mothers and families not to provide prelacteal feeding, and to provide support to mothers to breastfeed
immediately to newborns.

Downloads

Download data is not yet available.
JBKM.2.1.MEI.2018.13-20
Published
2018-05-30